Eksistensi Ikatan Alumni

17 August 2018, 7:00 am Written by 
Published in Latest News
Read 17445 times Last modified on Wednesday, 29 August 2018 12:51

Ikatan Alumni, semua orang bilang dan sepakat penting untuk dimiliki. Tidak hanya untuk eksistensi, tapi juga untuk sarana silaturahmi antar keluarga besar “jebolan” suatu lembaga pendidikan. Tapi sayang, tidak semua mau mengupayakan dan mengoptimalkan “keberadaan” Ikatan Alumni. Masih banyak dari kita yang “tidak peduli” terhadap eksistensi Ikatan Alumni.

Di era kini, peran Ikatan Alumni tidak hanya penting dalam mewujudkan visi & misi suatu Perguruan Tinggi, khususnya dalam kegiatan Akreditasi Perguruan Tinggi. Tapi lebih dari itu, Ikatan Alumni dapat menjadi ujung tombak dalam meningkatkan reputasi Perguruan Tinggi di mata masyarakat, di samping “membuka jalan” alumni yang lain (alumni yang baru lulus) untuk masuk ke dunia kerja atau professional. Ingat, hampir semua Perguruan Tinggi yang “berkualitas” selalu ditopang oleh Ikatan Alumni yang mumpuni pula. Realitas ini pada gilirannya akan dapat meningkatkan mutu lulusan Perguruan Tinggi tersebut. Jadi, alumni adalah aset penting yang harus dirangkul dan dikembangkan oleh setiap Perguruan Tinggi. Itu penting, baik untuk Perguruan Tinggi  maupun alumninya!!

Buat apa? Tentu untuk “Membangun Sinergi”. Itulah kata kuncinya. Perguruan Tinggi dan alumnnyai harus bersinergi. Alumni yang sukses tidak bisa dipisahkan dari Perguruan Tinggi tempatnya menimba ilmu. Besar atau kecil sumbangsih Perguruan Tinggi telah menjadi bagian dari suksesnya seorang alumni. Sebaliknya, Perguruan Tinggi yang mampu memfasilitasi dan menghargai alumninya (apalagi yang sudah sukses) melalui wadah Ikatan Alumni maka dengan sendirinya akan dipromosikan sebagai “tempat belajar” yang direkomendasi dan berkualitas. Sangat disayangkan, jika banyak alumni yang sukses dan memiliki potensi, tapi tidak mampu “bersinergi” dengan Perguruan Tingginya, Akhirnya, Perguruan Tinggi jalan ke mana? Alumni jalan ke mana? Bahkan mahasiswanya sekarang pun entah mau kemana ? Tidak ada sinergi, tidak ada kepedulian.

SINERGI Perguruan Tinggi dan Alumni hari ini, mutlak harus diwujudkan, Itu harga mati. Di tengah kompetisi dan dinamika peradaban yang kian sengit, sinergi Perguruan Tinggi dan alumni menjadi eleman penting. Jadi, MEMULAI membangun SINERGI antara Perguruan Tinggi dan alumni tidak ada kata terlambat untuk dilakukan.

Mengapa Ikatan Alumni penting ? Ayo kita pikirkan dan renungkan! Perguruan Tinggi mana yang punya “nama besar” di situ pasti Ikatan Alumninya kuat. Perguruan Tinggi mana yang “mentereng”, karena di situ ada kumpulan alumni yang berprestasi dan berkualitas. Perguruan Tinggi mana yang dulunya “jelek” sekarang “bagus” karena alumninya ikut terlibat dalam “membesarkan” Perguruan Tingginya sendiri. Bagaimana dengan Perguruan Tinggi kita dulu?

Setidaknya ada 4 alasan yang mendasari pentingnya IKATAN ALUMNI bagi suatu Perguruan Tinggi:

  1. Alumni dapat berperan dalam memberikan masukan dan program nyata bagi kemajuan Perguruan Tinggi.
  2. Alumni memiliki potensi dan kompetensi dalam membangun opini publik demi “nama baik” (citra) Perguruan Tinggi.
  3. Alumni sebagai produk Perguruan Tinggi dapat menjadi relasi penting dalam memperluas jaringan Perguruan Tinggi dengan  insitusi di luar Perguruan Tinggi.
  4. Alumni dapat menjadi sumber informasi dunia kerja & usaha bagi lulusan baru suatu Perguruan Tinggi, di samping menjadi inspirasi bagi siswa yang ada di Perguruan Tinggi sekarang.

Cuma gimana caranya menciptakan IKATAN ALUMNI yang berkenan bagi kita semua? Setidaknya ada 3 orientasi yang harus diciptakan IKATAN ALUMNI

  • Ikatan Alumni yang tak usang oleh waktu, yang tidak mengenal fanatisme kelompok, angkatan atau usia sekalipun. Memang sulit, tapi kegagalan banyak IKATAN ALUMNI karena terlalu banyak dikotomi di antara anggotanya. Inilah PR besar yang perlu kita cari “jalan tengah”.
  • Ikatan Alumni selalu mencerahkan, yang membangun tradisi untuk “bersinergi nyata” bukan sekedar kangen-kangenan dan nostalgia. Informasi terkini dari Perguruan Tinggi harus didapat dan apa yang bisa diperbuat alumni untuk Perguruan Tingginya. Ikatan Alumni harus mencerahkan bagi para alumninya, Perguruan Tingginya, dan jika perlu mahasiswa yang sedang belajar di Perguruan Tinggi. Ini PR lagi ....
  • Ikatan Alumni harus realistis, tidak berlebihan dalam “bermimpi”. Jangan terlalu banyak yang di mau, di samping jangan ada kepentingan orang per orang yang dominan, semuanya didasari pada realitas. Apa adanya bukan ada apanya. Realistis dalam melihat dinamika zaman, realistis dalam berteman, realistis dalam mengatur waktu.

Ketiga dasar itu yang menurut saya dapat membuat IKATAN ALUMNI memiliki “daya guna” yang lebih tinggi. Tulisan ini mungkin bisa untuk menjadi “bahan renungan” bersama para alumni dalam “realitas kekinian” manusia dan masyarakat. Saat ini banyak orang cenderung apatis, hedonis, dan terkesima dengan hiruk pikuk kehidupan. Tanpa kita berbuat yang lebih bagi orang lain?

Jika kita renungkan, kenapa sih bangsa ini semakin banyak orang pintar tapi makin banyak koruptor-nya? Ya karena ada yang hilang di era belajar saat proses kepintaran mereka. Di saat belajar, orang-orang pintar itu “kehilangan” konsep berpikir ala Perguruan Tinggi yang harus ada pada dirinya, yaitu

  1. ETIKA akan pentingnya mengajarkan manusia untuk berbuat baik dan menjadi teladan dalam kehidupan. Mereka pintar tapi lupa etika saat harus mengimplementasikan ilmu yang dimiliki,
  2. LOGIKA akan pentingnya kepandaian akademis dalam berkontribusi terhadap kehidupan masyarakat. Logika harusnya dapat membawa kita untuk mencapai cita-cita, tapi setelah itu logika juga tidak boleh menjadikan orang pintar bersikap apatis. Orang pintar harus pandai juga bermasyarakat sehingga kepintarannya mampu menjadi solusi bagi masyarakat. Bukan sebaliknya, orang pintar yang menganggap setiap masalah dan dinamika yang terjadi di masyarakat dapat diselesaikan dengan sendiri-sendiri, dan
  3. ESTETIKA akan pentingnya mengajarkan kreativitas dalam menerapkan disiplin ilmu yang dimiliki. Kemampuan memadukan etika dan logika, masih mau berdiskusi dan menuliskan pemikirannya.

 Source: Syarif Yunus

Rate this item
(0 votes)
Uthlubul Ilma

Ikatlah ilmu dengan menuliskannya.

Website: https://akperisvill.ac.id
More in this category: « Mengelola Data Alumni

6391 comments

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.