Uthlubul Ilma

Uthlubul Ilma

Ikatlah ilmu dengan menuliskannya.

Job Fair Tangerang

24 July 2018, 1:59 pm

JOB FAIR Kota Tangerang
Tanggal 24-26 Juli 2018
Pukul 09:00 s/d 15:00 WIB

Career Day & Scholarship Opportunities for Graduate Programs

3 May 2018, 7:00 am

Tanggal: 3-4 Mei 2018
Tempat: Lobby Utama UMN (Universitas Multimedia Nusantara) Serpong Tangerang

Milad Akper Isvill dan Temu Kangen Alumni

24 April 2020, 7:00 am

Milad Akademi Keperawatan Islamic Village dan sekaligus Temu Kangen dengan Para Alumni.

Eksistensi Ikatan Alumni

17 August 2018, 7:00 am

Ikatan Alumni, semua orang bilang dan sepakat penting untuk dimiliki. Tidak hanya untuk eksistensi, tapi juga untuk sarana silaturahmi antar keluarga besar “jebolan” suatu lembaga pendidikan. Tapi sayang, tidak semua mau mengupayakan dan mengoptimalkan “keberadaan” Ikatan Alumni. Masih banyak dari kita yang “tidak peduli” terhadap eksistensi Ikatan Alumni.

Di era kini, peran Ikatan Alumni tidak hanya penting dalam mewujudkan visi & misi suatu Perguruan Tinggi, khususnya dalam kegiatan Akreditasi Perguruan Tinggi. Tapi lebih dari itu, Ikatan Alumni dapat menjadi ujung tombak dalam meningkatkan reputasi Perguruan Tinggi di mata masyarakat, di samping “membuka jalan” alumni yang lain (alumni yang baru lulus) untuk masuk ke dunia kerja atau professional. Ingat, hampir semua Perguruan Tinggi yang “berkualitas” selalu ditopang oleh Ikatan Alumni yang mumpuni pula. Realitas ini pada gilirannya akan dapat meningkatkan mutu lulusan Perguruan Tinggi tersebut. Jadi, alumni adalah aset penting yang harus dirangkul dan dikembangkan oleh setiap Perguruan Tinggi. Itu penting, baik untuk Perguruan Tinggi  maupun alumninya!!

Buat apa? Tentu untuk “Membangun Sinergi”. Itulah kata kuncinya. Perguruan Tinggi dan alumnnyai harus bersinergi. Alumni yang sukses tidak bisa dipisahkan dari Perguruan Tinggi tempatnya menimba ilmu. Besar atau kecil sumbangsih Perguruan Tinggi telah menjadi bagian dari suksesnya seorang alumni. Sebaliknya, Perguruan Tinggi yang mampu memfasilitasi dan menghargai alumninya (apalagi yang sudah sukses) melalui wadah Ikatan Alumni maka dengan sendirinya akan dipromosikan sebagai “tempat belajar” yang direkomendasi dan berkualitas. Sangat disayangkan, jika banyak alumni yang sukses dan memiliki potensi, tapi tidak mampu “bersinergi” dengan Perguruan Tingginya, Akhirnya, Perguruan Tinggi jalan ke mana? Alumni jalan ke mana? Bahkan mahasiswanya sekarang pun entah mau kemana ? Tidak ada sinergi, tidak ada kepedulian.

SINERGI Perguruan Tinggi dan Alumni hari ini, mutlak harus diwujudkan, Itu harga mati. Di tengah kompetisi dan dinamika peradaban yang kian sengit, sinergi Perguruan Tinggi dan alumni menjadi eleman penting. Jadi, MEMULAI membangun SINERGI antara Perguruan Tinggi dan alumni tidak ada kata terlambat untuk dilakukan.

Mengapa Ikatan Alumni penting ? Ayo kita pikirkan dan renungkan! Perguruan Tinggi mana yang punya “nama besar” di situ pasti Ikatan Alumninya kuat. Perguruan Tinggi mana yang “mentereng”, karena di situ ada kumpulan alumni yang berprestasi dan berkualitas. Perguruan Tinggi mana yang dulunya “jelek” sekarang “bagus” karena alumninya ikut terlibat dalam “membesarkan” Perguruan Tingginya sendiri. Bagaimana dengan Perguruan Tinggi kita dulu?

Setidaknya ada 4 alasan yang mendasari pentingnya IKATAN ALUMNI bagi suatu Perguruan Tinggi:

  1. Alumni dapat berperan dalam memberikan masukan dan program nyata bagi kemajuan Perguruan Tinggi.
  2. Alumni memiliki potensi dan kompetensi dalam membangun opini publik demi “nama baik” (citra) Perguruan Tinggi.
  3. Alumni sebagai produk Perguruan Tinggi dapat menjadi relasi penting dalam memperluas jaringan Perguruan Tinggi dengan  insitusi di luar Perguruan Tinggi.
  4. Alumni dapat menjadi sumber informasi dunia kerja & usaha bagi lulusan baru suatu Perguruan Tinggi, di samping menjadi inspirasi bagi siswa yang ada di Perguruan Tinggi sekarang.

Cuma gimana caranya menciptakan IKATAN ALUMNI yang berkenan bagi kita semua? Setidaknya ada 3 orientasi yang harus diciptakan IKATAN ALUMNI

  • Ikatan Alumni yang tak usang oleh waktu, yang tidak mengenal fanatisme kelompok, angkatan atau usia sekalipun. Memang sulit, tapi kegagalan banyak IKATAN ALUMNI karena terlalu banyak dikotomi di antara anggotanya. Inilah PR besar yang perlu kita cari “jalan tengah”.
  • Ikatan Alumni selalu mencerahkan, yang membangun tradisi untuk “bersinergi nyata” bukan sekedar kangen-kangenan dan nostalgia. Informasi terkini dari Perguruan Tinggi harus didapat dan apa yang bisa diperbuat alumni untuk Perguruan Tingginya. Ikatan Alumni harus mencerahkan bagi para alumninya, Perguruan Tingginya, dan jika perlu mahasiswa yang sedang belajar di Perguruan Tinggi. Ini PR lagi ....
  • Ikatan Alumni harus realistis, tidak berlebihan dalam “bermimpi”. Jangan terlalu banyak yang di mau, di samping jangan ada kepentingan orang per orang yang dominan, semuanya didasari pada realitas. Apa adanya bukan ada apanya. Realistis dalam melihat dinamika zaman, realistis dalam berteman, realistis dalam mengatur waktu.

Ketiga dasar itu yang menurut saya dapat membuat IKATAN ALUMNI memiliki “daya guna” yang lebih tinggi. Tulisan ini mungkin bisa untuk menjadi “bahan renungan” bersama para alumni dalam “realitas kekinian” manusia dan masyarakat. Saat ini banyak orang cenderung apatis, hedonis, dan terkesima dengan hiruk pikuk kehidupan. Tanpa kita berbuat yang lebih bagi orang lain?

Jika kita renungkan, kenapa sih bangsa ini semakin banyak orang pintar tapi makin banyak koruptor-nya? Ya karena ada yang hilang di era belajar saat proses kepintaran mereka. Di saat belajar, orang-orang pintar itu “kehilangan” konsep berpikir ala Perguruan Tinggi yang harus ada pada dirinya, yaitu

  1. ETIKA akan pentingnya mengajarkan manusia untuk berbuat baik dan menjadi teladan dalam kehidupan. Mereka pintar tapi lupa etika saat harus mengimplementasikan ilmu yang dimiliki,
  2. LOGIKA akan pentingnya kepandaian akademis dalam berkontribusi terhadap kehidupan masyarakat. Logika harusnya dapat membawa kita untuk mencapai cita-cita, tapi setelah itu logika juga tidak boleh menjadikan orang pintar bersikap apatis. Orang pintar harus pandai juga bermasyarakat sehingga kepintarannya mampu menjadi solusi bagi masyarakat. Bukan sebaliknya, orang pintar yang menganggap setiap masalah dan dinamika yang terjadi di masyarakat dapat diselesaikan dengan sendiri-sendiri, dan
  3. ESTETIKA akan pentingnya mengajarkan kreativitas dalam menerapkan disiplin ilmu yang dimiliki. Kemampuan memadukan etika dan logika, masih mau berdiskusi dan menuliskan pemikirannya.

 Source: Syarif Yunus

Mengelola Data Alumni

17 July 2018, 7:00 am

Alumni adalah salah satu komponen penting atau stackholder dalam peningkatan mutu perguruan tinggi. Peningkatan yang dimaksud adalah kemajuan almamater yang didapatkan dari sumbang saran alumni terhadap beberapa aspek di kampus yang perlu dibenahi. Selain itu ada sumbangan materi untuk kemajuan kegiatan keterampilan atau softskill adik tingkat.

Selain memajukan almamater, alumni juga sebagai perpanjangan tangan atau pembentuk jaringan kerja yang diharapkan dapat menciptakan ruangan kondusif di lingkungan kerja sehingga memudahkan adik tingkat untuk diterima di lingkungan kerja yang sama.

Peran alumni akan terhenti begitu saja ketika tidak ada komunikasi yang baik antara perguruan tinggi dengan alumni itu sendiri. Seyogyanyalah kampus memfasilitasi alumni untuk saling berinteraksi antar alumni maupun antara alumni dengan perguruan tinggi. Apabila perguruan tinggi tidak turut serta mengelola data alumni, akan terjadi missing link sehingga fungsi kehumasan kampus tidak akan berjalan dengan baik. Berikut 5 alasan penting mengapa kampus harus mengelola data alumni.

1. Tracer Study Untuk Akreditasi
Akreditasi adalah pengakuan secara resmi yang diberikan badan akreditasi terhadap kompetensi suatu lembaga atau organisasi dalam melakukan kegiatan dengan kriteria penilaian tertentu. Hasil akreditasi biasanya dijadikan pedoman bagi instansi dalam penerimaan karyawan. Akreditasi sendiri sebagai upaya pemerintah untuk menjamin mutu alumni perguruan tinggi. Itulah mengapa akreditasi selalu dipersiapkan dengan baik. Salah satu aspek akreditasi adalah keberhasilan lulusan di dunia kerja. Pelacakan alumni yang bekerja pada suatu instansi salah satunya dapat melalui sistem khusus yang menyediakan info update alumni. Data terbaru alumni dapat berupa instansi tempat bekerja atau info lowongan kerja sehingga kampus dapat lebih menyiapkan kembali keterampilan mahasiswa-mahasiswanya melalui pelatihan yang sesuai dengan dunia kerja.

2. Mengetahui Hasil Outcome Pendidikan
Perguruan Tinggi tentu menghasilkan keluaran pendidikan. Hasil outcome tersebut dapat diidentifikasi berdasarkan tujuan jangka pendek, menengah, dan panjang. Tujuan jangka pendek yang berkaitan dengan aspek pembelajaran biasa ditampilkan pada sistem akademik. Untuk outcome jangka menengah juga masih dalam lingkup kampus berupa kegiatan yang meliputi penilaian perilaku, praktik, penentuan keputusan, kebijakan, dan aksi sosial di bidang pendidikan. Tujuan jangka panjang yang menekankan pada kondisi sosial hanya dapat diakomodasi melalui situs alumni sehingga kampus juga dapat memantau outcome lulusan. Outcome jangka panjang itu seperti kebermanfaatan alumni dalam perubahan kondisi sosial, ekonomi, kependudukan, dan lingkungan. Dalam situs alumni tersebut disampaikan partisipasi alumni dalam pembangunan negeri sesuai dengan program studi yang diambil semasa kuliah dan persebarannya.

3. Memonitor Sebaran Lulusan
Perguruan Tinggi biasanya menjadi tempat berkumpul pelajar-pelajar di seluruh Indonesia. Jumlahnya yang ribuan akan terus bertambah setiap tahunnya. Setiap tahun pula, kampus akan meluluskan mahasiswanya hingga 4 periode wisuda. Lulusan perguruan tinggi akan menyebar baik secara geografis maupun instansi. Untuk merancang strategi promosi dari segi geografis maupun instansi dari lulusan, dibutuhkan situs alumni yang memberikan kemudahan alumni untuk update kondisi terbarunya. Hal tersebut tentu akan memudahkan kehumasan kampus dalam menjaring mahasiswa baru pada daerah geografis lulusan maupun jaringan kerja pada instansi lulusan.

4. Bahan Evaluasi Perguruan Tinggi
Evaluasi merupakan kegiatan membandingkan realisasi masukan (input), keluaran (output), dan hasil (outcome) terhadap rencana dan standar selama kegiatan pemantauan berlangsung. Perbandingan tersebut nantinya dijadikan dasar pengambilan keputusan terkait tingkat keberhasilan yang telah dicapai dan tindakan selanjutnya yang diperlukan. Alumni yang telah tergabung dengan situs alumni dianjurkan untuk selalu mengirimkan info terkini lulusan. Selain pada peningkatan skill yang dibutuhkan industri dengan menambah mata kuliah tertentu, evaluasi juga bisa dijadikan bahan pengkajian permasalahan manajemen seperti alur pendaftaran mahasiswa baru yang lebih mudah sesuai kondisi geografis atau hal lain dari kolom sumbang saran alumni.

5. Membangun Relationship dengan Alumni
Ikatan alumni dan almamater yang kuat memberikan benefit secara tidak langsung baik bagi alumni maupun perguruan tinggi. Menyadari pentingnya hal ini, hampir di setiap perguruan tinggi membuat organisasi kealumnian masing-masing. Kekerabatan dan jaringan relasi dengan alumni akan semakin erat karena dengan memanfaatkan teknologi internet maka dimungkinkan interaksi tanpa batasan tempat dan waktu. Melalui aplikasi gtAlumniKarir kampus dapat mewujudkan hal tersebut.

Website alumni bertujuan agar alumni maupun pengunjung situs dapat dengan mudah mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Selain itu, kampus tentu akan memiliki database alumni yang lebih terstruktur sehingga dapat dikelola dengan lebih baik.

Peranan dan Fungsi Alumni

17 June 2018, 7:00 am

Salah satu orientasi setiap perguruan tinggi adalah untuk menghasilkan lulusan yang terbaik. Lulusan terbaik tersebut dapat dilihat dari berbagai indikator, baik indikator akademis maupun non akademis. Indikator yang tidak kalah pentingnya adalah kualitas alumni dalam menghadapi tuntutan pada jenjang pendidikan di tingkat lebih tinggi atau pun persaingan dalam dunia lapangan kerja. Apakah alumni dari lembaga tertentu mampu menembus berbagai persaingan kualitas dengan alumni dari lembaga lainnya atau tidak? Hal ini sudah lazim akan menjadi tolok ukur utama bagi masyarakat awam yang dalam hal ini masyarakatlah yang akan menjadi penyuplai mahasiswa dan sekaligus sebagai pelanggan dari lembaga tersebut. Dalam jenjang akhir lembaga pendidikan Perguruan Tinggi, tolok ukur yang paling dipakai oleh masyarakat untuk menyuplai mahasiswa adalah apakah lulusannya mudah dapat pekerjaan atau banyak yang menganggur. Sedangkan indikator yang dipakai oleh masyarakat sebagai pemakai alumni adalah apakah lulusan dari Perguruan Tinggi tersebut mampu bekerja sesuai dengan tuntutan atau tidak.

Dengan melihat latar belakang tersebut di atas, maka alumni atau lulusan memiliki peranan dan fungsi yang sangat besar terhadap eksistensi suatu lembaga pendidikan. Alumni akan menjadi semacam mercusuar bagi masyarakat untuk memanfaatkan alumni baru sebagai tenaga kerjanya atau untuk masuk menjadi mahasiswa di lembaga pendidikan tersebut. Jika “mercusuar” ini sama sekali tidak tampak oleh masyarakat, maka dapat dimengerti jika lembaga pendidikan tersebut akan tidak memiliki nama atau bahkan akan segera gulung tikar.

Para alumni atau lulusan dari suatu lembaga pendidikan, tentu akan menganggap sekolahnya atau Perguruan Tingginya merupakan induk yang melahirkan dirinya, sehingga akan memiliki ikatan batin dan emosional dengan lembaga pendidikan tersebut. Ikatan batin tersebut akan melahirkan dorongan untuk turut andil dalam mempertahankan eksistensi perguruan tinggi yang pernah memberi hutang budi kepadanya.

Oleh sebab itu para alumni membentuk organisasi untuk mengikat dan tetap mempertahankan hubungan antar para alumni maupun antara alumni dengan lembaga pendidikan tersebut. Kita dapat melihat dan mencontoh organisasi alumni dari perguruan tinggi ternama seperti UI, ITB, UGM, Harvard, Oxford, dan sebagainya. Organisasi alumni tidak boleh terjebak hanya untuk melakukan kegiatan kangen-kangenan dan bernostalgia, meskipun hal tersebut akan selalu ada di dalamnya. Melalui organisasi alumni ini, akses almamater dan masyarakat terhadap eksistensi alumni akan lebih mudah didapatkan. Terlebih di era globalisasi komunikasi ini, organisasi alumni dapat memanfaatkan berbagai media online untuk menampilkan diri dalam kaitan dengan internal organisasi maupun karya perorangan anggota alumni sebagai hasil output dari almamaternya, yang tentu hal ini akan membangun opini publik yang positif dan menjadi media survey yang murah bagi almamater.

Berikut beberapa hal peranan dan fungsi alumni bagi perguruan tinggi:

  • Menjadi tolok ukur masyarakat untuk menggunakan lulusannya dalam dunia kerja.
  • Menjadi tolok ukur bagi masyarakat untuk mengenyam pendidikan di lembaga tersebut.
  • Menjadi model bagi para siswa/mahasiswa yang masih studi.
  • Membangun citra positif/opini publik tentang almamaternya di masyarakat.
  • Menyiapkan lapangan kerja bagi lulusan baru / adik-adinya.
  • Menyumbang materi untuk pengembangan almamater: penggalangan dana, dll.
  • Menyumbang saran, pemikiran, ide-ide baru terhadap almamater.
  • Ikut terlibat dalam berbagai kegiatan lembaga pendidikan, seperti membantu ketika kekurangan tenaga pengajar, terlibat dalam kegiatan wisuda, terlibat dalam kegiatan akreditasi, dll.

 

Pengembangan Karir Mahasiswa

17 May 2018, 1:16 pm

Pengembangan Karir Mahasiswa dan Alumni Akademi Keperawatan Islamic Village merupakan salah satu bagian dari Biro Kemahasiswaaan yang menangani pengembangan karir mahasiswa dan alumni. Dengan adanya Pengembangan Karir Mahasiswa dan Alumni komunikasi antar alumni dengan Perguruan Tinggi dan antara alumni dengan pihak ketiga seperti institusi negeri maupun swasta dapat memberikan timbal baik untuk pengembangan Perguruan Tinggi dan eksistensi alumni.

Menyadari akan tugas dan kewajiban alumni dalam masyarakat, maka dengan bekal pendidikan dan ilmu pengetahuan yang diperoleh. Pengembangan Karir Mahasiswa dan Alumni Akademi Keperawatan Islamic Village merasa bertanggungjawab untuk ikut mewujudkan alumni yang mempuyai daya saing di berbagai bidang yang meliputi jasa, industri, perkantoran, properti dam lain sebagainya.

Pengembangan Karir Mahasiswa dan Alumni dalam programnya memberikan bekal pelatihan menghadapi dunia kerja dan kewirausahaan bagi alumni sehingga dapat memberikan motivasi dalam menentukan pilihan sebagai alumni yang mandiri dan sukses di berbagai bidang keilmuan.

1. Tujuan yang hendak dicapai 

  • Merupakan wadah tempat berkumpul dan bersinerginya para alumni.
  • Sebagai pendorong (motivator) bagi alumni agar mampu berkreasi dan berkarya untuk kepentingan dan kemajuan alumni, almamater, daerah dan negara Indonesia.
  • Komunikator secara lateral dan vertikal, membangun networking bagi alumni dan kelompok minat yang mempunyai kreasi, gagasan dan rencana-rencana karyanya.
  • Sebagai fasilitator agar kreasi, gagasan dan karya alumni dapat diwujudkan secara nyata serta berhasil guna untuk memberikan manfaat bagi masyarakat luas dan kemajuan bagi almameter dan alumni.

2.  Program Kerja

  • Meng”update” biodata alumni secara terus menerus, agar semakin dirasakan manfaatnya bagi alumni dan Perguruan Tinggi. 
  • Mengkonsolidasikan alumni per periode wisuda sehingga dapat terbentuk kepengurusan setiap periode wisuda. Harapan yang ingin dicapai adalah bahwa alumni semakin menyadari arti pentingnya keberadaan komunitas alumni.
  • Penerbitan kartu anggota alumni setiap periode wisuda yang dapat digunakan sebagai tanda bukti alumni Akademi Keperawatan Islamic Village
  • Merencanakan rutinitas kegiatan pertemuan dengan beragam tema acara, yang bertujuan untuk memperat tali silaturahmi.
  • Mengadakan job fair bagi mahasiswa dan alumni
  • Memberikan pelatihan menghadapi dunia kerja dan entrepreneurship (kewirausahaan) kepada alumni untuk meningkatkan daya saing alumni di pasar lapangan kerja
  • Meningkatkan kepedulian kepada anggota dalam bentuk pemberian informasi tentang beasiswa, bursa kerja bagi mahasiswa maupun calon alumni
  • Pengabdian pada masyarakat (bencana wilayah lokal, regional dan nasional)
  • Membangun media komunikasi (bulletin) tiap 6 bulan sekali bagi para alumni.